Budaya Organisasi Manajemen

  1. PENDAHULUAN

Konsep Dasar Budaya Organisasi
Hodge, Anthony dan Gales mendefinisikan budaya adalah konstruksi yang mencakup karakteristik organisasi yang tampak dan tidak tampak. Budaya yang tampak meliputi aspek organisasi seperti arsitektur, pakaian, pola perilaku, peraturan, legenda, mitos, bahasa dan seremonial. Sedangkan yang tidak tampak mencakup share value, norma-norma, keyakinan dan asumsi-asumsi anggota organisasi.
Mereka menyimpulkan bahwa budaya organisasi merupakan pola karakteristik organisasi yang mengarahkan anggota organisasi untuk mengelola masalah dan keadaan sekitarnya. Budaya organisasi dianggap sebagai alat untuk menentukan arah organisasi, mengarahkan apa yang boleh dilakukan, mengarahkan bagaimana mengalokasikan sumber dayanya, mengelola sumber daya organisasi dan SDM, dan sebagai alat untuk menghadapi masalah dan peluang dari lingkungan (Petrock, 1990).
Miller menyatakan bahwa budaya organisasi merupakan kumpulan nilai yang dianut dalam perusahaan dan mendasari bagaimana mengelola dan mengorganisasi perusahaan tersebut.
Pada umumnya budaya dibangun atau diciptakan oleh pendiri atau lapisan pimpinan atas yang mendirikan atau merintis perusahaan. Falsafah atau strategi yang ditetapkan oleh mereka lalu menjadi petunjuk dan pedoman bawahan mereka dalam melaksanakan tugas. Bila implementasi strategi ini ternyata berhasil dan dapat bertahan bertahun-tahun, maka filosofi atau visi yang diyakini tersebut akan berkembang menjadi budaya organisasi. Jika budaya organisasi tersebut dibakukan maka dalam implementasinya harus berfungsi sebagai alat ukur dari setiap kegiatan organisasi.

Karakteristik Budaya Organisasi
Miller menyatakan bahwa ada delapan karakteristik dari budaya organisasi, yaitu:
1. Asas Tujuan, adalah seberapa besar anggotanya memahami tujuan yang hendak dicapai oleh organisasi.
2. Asas Konsensus, yaitu seberapa besar organisasi memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk turut serta dalam proses mengambil keputusan.
3. Asas Keunggulan, adalah kemampuan perusahaan menumbuhkan sikap untuk selalu menjadi yang terbaik dan berprestasi yang lebih baik dari yang sudah pernah dicapai sebelumnya
4. Asas Kesatuan, yaitu suatu sikap terhadap keadilan dan pemihakan terhadap anggota organisasi dan kelokmpok yang ada dalam organisasi tersebut.
5. Asas Prestasi, yaitu sikap organisasi terhadap prestasi yang dicapai oleh anggotanya.
6. Asas Empirik adalah sejauh mana organisasi mau menggunakan bukti-bukti empirik dalam mengambil keputusan
7. Asas Keakraban adalah kondisi pergaulan social antar karyawan dalam organisasi.
8. Asas Integritas yaitu sejauh mana organisasi mau bekerja dengan sungguh-sungguh dalam mencapai tujuan organisasi.

Menurut Robbins (1989) mengemukakan bahwa ada 10 faktor yang merupakan dasar atau karakteristik dari budaya organisasi. Faktor-faktor tersebut adalah:
1. Individual initiative, yaitu tingkat tanggung jawab, kebebasan, kemandirian dan kesempatan yang dimiliki individu untuk menggunakan inisiatifnya dalam perusahaan.
2. Risk tolerance, yaitu seberapa jauh tingkat resiko yang boleh atau mungkin diambil oleh anggota dalam perusahaan.
3. Direction, adalah seberapa jauh perusahaan memberikan penjelasan tentang tujuan yang ingin dicapai dan kinerja yang diharapkan.
4. Integration, adalah sejauh mana unit-unit kerja dalam perusahaan didorong untuk bekerja dalam suatu sistem yang terkoordinasi.
5. Management Support, yaitu sejauh mana manajer-manajer dalam perusahaan memberikan pengarahan, dukungan dan berkomunikasi dengan bawahannya.
6. Control, yaitu sejumlah aturan, kebijaksanaan dan pengawasan langsung yang digunakan untuk mengawasi dan mengontrol perilaku karyawan.
7. Identity, yaitu sejauh mana anggota mengindentifikasikan diri pada perusahaan.
8. Reward system, yaitu bagaimana tingkat penghargaan yang diberikan perusahaan kepada karyawan.
9. Conflict tolerance, yaitu tingkat toleransi terhadap konflik yang muncul dalam perusahaan.
10. Communication pattern, yaitu sejauh mana komunikasi dalam perusahaan dibatasi berdasarkan susunan wewenang secara formal.

Schein menyatakan bahwa budaya organisasi memiliki beberapa tingkatan, yaitu:
1. Tingkat artifacts, yaitu anggota organisasi yang memasuki organisasi telah memiliki proses dan struktur yang visible seperti melihat, mendengar dan merasakan.
2. Tingkat expaused value, yaitu anggota baru mulai belajar dan perlu tuntunan dari pimpinan organisasi mengenai strategi, tujuan, dan filosofi yang dianut oleh organisasi barunya. Budaya organisasi dapat ditelusuri kembali dari symbol-simbol, sejarah, jargon, seremoni, dan nilai-nilai yang ditanamkan oleh pendirinya.
3. Tingkat basic underlying assumption, yaitu tahapan dimana anggota organisasi merasa yakin bahwa mereka diterima untuk melakukan sesuatu dengan benar secara tepat, Asumsi tersebut berpengaruh terhadap perasaan, pemikiran, persepsi, kepercayaan, dan pikiran bawah sadar para anggota organisasi.

  1. ISI

Manajemen
Pencapaian tujuan organisasi dengan cara yang efektif melalui planning, organizing, leading (actuating), dan controlling sumber daya organisasi.

Fungsi Manajemen

Menurut Smircich (1983), budaya organisasi sebagai nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama memberikan beberapa fungsi penting. Pertama, membawa suatu perasaan identitas sebagai anggota organisasi. Kedua, sebagai sarana untuk membangun komitmen akan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Ketiga, meningkatkan stabilitas sistem social. Keempat, budaya organisasi merupakan sense making device yang dapat memberikan pedoman dan mempertajam perilaku. Robin (2001) menyatakan bahwa fungsi budaya organisasi adalah sebagai pembeda organisasi dengan organisasi lainnya, sebagai tujuan bersama, alat stabilitas social perusahaan, meningkatkan identitas anggota perusahaan dan memberikan pengertian dan mekanisme kontrol terhadap sikap dan perilaku. Susanto (1997) menjelaskan bahwa budaya bermanfaat bagi sumber daya manusia untuk memberikan arah atau pedoman berperilaku di dalam perusahaan, menyamakan langkah dan tindakan dan visi di dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya serta mendorong untuk mencapai kinerja yang lebih baik.

Manfaat bagi perusahaan adalah salah satu alat untuk menekan tingkat turn over karyawan, pedoman kebijakan, ciri khas perusahaan, acuan penyusunan rencana kerja, penyusunan program pengembangan usaha dan pengembangan sumber daya manusia. Dalam konteks ini, peran budaya organisasi adalah memberikan core organization value bagi suatu perusahaan. Martin (1992) menyatakan bahwa core organization value tercermin dari nilai-nilai fundamental seperti :
(1) sensitifitas terhadap kebutuhan para customer dan tenaga kerjanya,
(2) kebebasan karyawan untuk memberikan ide-ide baru,
(3) kemauan untuk menerima resiko-resiko, dan
(4) keterbukaan untuk dapat melakukan komunikasi secara bebas dan bertanggung jawab.

Budaya organisasi juga berperan penting untuk :
(1) memberikan suatu sense of identity bagi para anggota organisasi dalam memahami misi dan visi serta menjadi bagian integral dari organisasi,
(2) menghasilkan dan meningkatkan komitmen terhadap misi organisasi,
(3) memberikan arah dan memperkuat standar perilaku guna pengendalian pelaku organisasi agar melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi yang telah disepakati bersama (Noe dan Mondy, 1996).

Kotter dan Heskett (1992) pernah melakukan studi terhadap 200 perusahaan di Amerika Serikat dan hasil studi tersebut menyimpulkan setidaknya ada 4 peran penting budaya organisasi yaitu:
(1) dapat memiliki dampak yang signifikan pada kinerja ekonomi perusahaan,
(2) menjadi faktor yang lebih penting dalam menentukan sukses atau gagalnya perusahaan dalam decade selanjutnya,
(3) budaya organisasi dapat mendorong peningkatan kinerja ekonomi dalam jangka panjang, dapat berkembang secara mudah jika dalam perusahaan penuh dengan orang-orang yang layak dan cerdas,
(4) budaya organisasi dapat dibuat untuk peningkatan budaya organisasi.
Bagi manajemen sebagai berikut:
1. Perencanaan
• Menentukan tujuan-tujuan, menentukan tugas, menentukan sumber daya
2. Pengorganisasian
• Menentukan dan mengelompokkan tugas-tugas, alokasi sumber daya, penentuan otoritas
3. Kepemimpinan
• Pengaruh → Motivasi
4. Pengendalian
• Mengawasi aktivitas, koreksi, mengawasi target dan tujuan

Proses Manajemen
• Input (sumber daya)
– Man, materials, money, machine, method, information
• Proses
– Perencanaan : menilik tujuan dan cara pencapaian
– Pengorganisasian : pemenuhan tanggung jawab untuk pencapain tujuan
– Kepemimpinan : menggunakan pengaruh untuk memotivasi bawahan
– Pengendalian : mengawasi kegiatan dan melaksanakan koreksi
• Output (kinerja)
– Mencapai tujuan, produk, jasa, efisiensi, efektivitas

Kinerja
Kemampuan organisasi untuk mempertahankan tujuannya dengan menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien.
Organisasi
Kesatuan sosial yang dirahkan dengan tujuan dan dibentuk dengan penuh pertimbangan. Entitas sosial merupakan dua orang atau lebih, diarahkan dengan tujuan (dirancacng untuk mencapai output tertentu).

Efektivitas → melakukan pekerjaan dengan benar
Sejauhmana organisasi mencapai tujuan yang telah ditentukan

Efisiensi → melakukan pekerjaan dengan benar atau sesuai standar
Jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan

Jenis-jenis Manajer, berdasarkan :
1. Perbedaan vertikal atau hirarki
a. Top Manager
Seorang manajer yang berada pada puncak hirarki dan bertanggung jawab atas keseluruhan organisasi. Contoh : Dirut, Presiden Direktur, CEO.
b. Middle Manager
Manajer yang bekerja pada tingkat menengah organisasi dan bertanggung jawab atas unit usaha dan departemen utama,. Contoh : Direktur Produksi, Pemasaaran, Kepala Divisi.
Project Manager
Manajer yang bertanggung jawab untuk pekerjaan sementara yang melibatkan partisipasi orang yang datang dari berbagai fungsi yang dan tingkatan organisasi
c. First Line Manager atau Lower Manager
Seorang manajer yang secara langsung bertanggung jawab atas produksi barang dan jasa. Contoh : Supervisor
2. Perbedaan Horizontal (luas ruang lingkup tugas)
a. General Manager
Manajer yang bertanggung jawab terhadap beberapa departemen yang menjalankan fungsi yang berbeda atau manajer yang bertanggung jawab untuk divisi yang berdiri sendiri (mandiri).
b. Functional Manager
Manajer yang bertanggung jawab atas departemen yang menjalankan tugas fungsional tunggal serta memiliki karyawan dengan pelatihan dan keahlian yang serupa. Contoh : Direktur Produksi, Pemasaaran, Kepala Divisi.

Keahlian atau Keterampilan Manajer
1. Conceptual Skill
Kemampuan kognitif (pengalaman, integensia) untuk melihat organisasi secara keseluruhan dan keetrkaitan diantara bagian-bagiannya. Berarti kemapuan untuk berfikir strategis (mengambil pandangan yang luas dan bersifat jangka panjang).
2. Human Skill
Kemampuan manajer untuk bekerja dengan dan melalui orang lain
3. Technical Skill
Pemahaman dan kefasihan dalam melakukan tugas tertentu, mencakup penguasaan metode, teknik dan peralatan yang digunakan.

Peran Manajer

Peran : sekumpulan harapan atas perilaku manajer

Tiga Kategori Peran Manajer
1. Peran Informasi Manajer
Menjelaskan kegiatan untuk mempertahankan dan mengembangkan jaringan informasi

Kategori Peran Aktivitas

Informasi
a. Pengawasan
– Mencari dan menerima informasi
– Melihat singkat laporan
b. Penyebar luas
– Meneruskan informasi kepada anggota organisasi
c. Juru bicara
– Menyampaikan informasi kepada pihak luar

2. Peran Antar Pribadi

Kategori Peran Aktivitas

Antar Pribadi
a. Sebagai figur
– Kegiatan ceremonial
b. Pemimpin
– Mengarahkan dan memberikan motovasi kepada bawahan. Seperti : melatih,, membimbing dan berkomunikasi
c. Sebagai penghubung
– Menjaga saluran komunikasi, baik di dalam atau di luar organisasi

3. Peran Pengambilan Keputusan : menentukan pilihan dan mengambil tindakan

Kategori Peran Aktivitas

Pengambilan Keputusan
a. Wirausahawan
– Mewakili proyek perbaikan
– Mengidentifikasi ide
b. Penyelesai masalah
– Mengambil tindakan korektif selama terjadi krisis
– Menyelesaikan konflik antar bawahan
– Beradaptasi dengan lingkungan
c. Pembagi sumber daya
– Memutuskan siapa yang memperoleh sumber daya
– Menentukan jadwal dan anggaran
– Menetapkan prioritas
d. Negosiator
– Mewakili departemen selama negosiasi, koontrak kerja, penjualan, pembelian dan anggaran.

Manajer dan Lingkungan Kerja Baru

Karakteristik lingkungan kerja baru :
Terpusat pada informasi dan ide daripada mesin dan aktivitas fisik.

Transisi Menuju Lingkungan Kerja Baru
1. Karakteristik Tempat Kerja Baru Tempat Kerja Lama
a. Sumber daya Aktivitas fisik Informasi
b. Pekerjaan Terstruktur Fleksibel
Terlokalisasi Maya
c. Pekerja Saling ketergantungan Diberdayakan

2. Kekuatan Tempat Kerja Baru Tempat Kerja Lama
a. Teknologi Mekanis Digital, e-business
b. Pasar Domestik Global
c. Tenaga kerja Homogen Heterogen
d. Nilai yang dianut Stabilitas, efisiensi Perubahan, kecepatan
e. Peristiwa Tenang, dapat diprediksi Berubah-ubah

3. Kompetensi MGT Tempat Kerja Baru Tempat Kerja Lama
a. Kepemimpinan Otoriter Tersebar
b. Fokus Laba Pelanggan, karyawan
c. Melakukan pekerjaan Individual Kerjasama (tim)
d. Hubungan Konflik, kompleks Kolaborasi
e. Design kerja Kinerja efisien Eksperimen

Lingkungan dan Budaya Organisasi

Lingkungan organisasi : Seluruh elemen atau unsur di luar batas organisasi yang memiliki potensi untuk mempengaruhi organisasi.

Lingkungan Organisasi :
1. Lingkungan eksternal, mempunyai dua lapisan
a. Lingkungan tugas :
– Pelanggan : Orang atau organisasi di dalam lingkungan yang membeli barang atau jasa dari organisasi.
– Pesaing : Orang lain dalam industri atau jenis usaha yang sama yang menyediakan barang atau jasa yang sama.
– Pemasok : Orang atau organisasi yang menyediakan bahan baku kepada pihak lain yang menggunakannya untuk menghasilkan suatu produk.
– Pasar Tenaga Kerja : Orang-orang dalam lingkungan dapat diterima bekerja untuk organisasi.
b. Lingkungan Umum :
– Internasional : Bagian dari lingkungan eksternal, merupakan peristiwa yang bersal dari negara lain dan peluang bagi perusahaan domestik.
– Teknologi : Kemajuan ilmiah dan teknologi dalam industri tertentu, serta masyarakat secara luas.
– Sosial Budaya : Karakteristik demografi, norma, kebiasaan dan nilai-nilai masyarakat dimana organisasi beroperasi didalamnya.
– Ekonomi : ”kesehatan” ekonomi secara umum dari suatu negara atau wilayah tempat sebuah organisasi beroperasi.
– Politik dan Hukum
2. Lingkungan internal
– Karyawan
– Manajemen
– Budaya

Hubungan Organisasi dan Lingkungan

Ketidakpastian → Respons → Rancangan
↓ ↓
Aliansi Adaptasi Strategi
1. Peranan lintas batas
2. Kemitraan antar organisasi
3. Joint venture

Lingkungan eksternal merupakan tempat bekerjanya manajer, yang mencakup :
1. Budaya perusahaan
2. Teknologi produksi
3. Struktur organisasi
4. Fasilitas fisik

Budaya : nilai kunci, keyakinan, pemahaman dan norma

Nilai – nilai dasar yang menjadi karakteristik budaya organisasi dimanifestasikan oleh :
Simbol, cerita, pahlawan, slogan, upacara.

  1. PENUTUP:

Peranan Budaya Organisasi terhadap Strategi Organisasi
Penelitian yang dilakukan oleh Kotter dan Hesket (1992) menjelaskan bahwa budaya organisasi yang kuat dapat berkorelasi positif terhadap peningkatan kinerja atau keunggulan organisasi dalam kurun waktu yang panjang. Dalam teorinya strong culture disebutkan bahwa budaya organisasi yang kuat akan meningkatkan kinerja organisasi dalam tiga hal, yaitu :
• Budaya organisasi yang kuat akan menyebabkan terjadinya penyesuaian antar kelompok atau karyawan dalam perusahaan.
• Budaya organisasi yang kuat akan berpengaruh terhadap kinerja bisnis.
• Budaya organisasi yang kuat akan menciptakan kontrol dan struktur bagi perusahaan bagi organisasi berdasarkan nilai-nilai yang diyakini bersama dan norma-norma yang hidup di organisasi sehingga organisasi tidak perlu lagi menyandarkan diri pada birokrasi formal yang kaku.
Pada model tradisional strategi ditetapkan terlebih dahulu yang kemudian diikuti oleh penyesuaian praktik manajemen dalam operasional menjalankan aktifitas organisasi, dan hal yang sering terjadi adalah strategi tidak mampu dilaksanakan dengan baik (sesuai dengan harapan) karena tidak terjadi keselarasan dalam operasional manajemen. O’Reilly dan Pfeffer menjelaskan bahwa kemampuan strategi organisasi sangat tergantung kepada organisasi untuk menciptakan daya tarik dan memberikan keyakinan kepada anggota-anggotanya dan mampu menggunakan pengetahuan, kebijakan dan nuraninya sehingga dapat membuka nilai-nilai yang tersembunyi dari anggota-anggotanya. Ada tiga hal yang menjadi kunci penentu keberhasilan organisasi-organisasi besar dalam menerapkan budaya organisasi, yaitu :
• Organisasi memiliki nilai yang jelas tersebar luas di dalam organisasi dan dilaksanakan sebagai landasan dalam praktik-praktik manajemen untuk membangun kemampuan bersaing.
• Adanya keselarasan dan konsistensi dalam praktik dengan nilai-nilai inti.
• Adanya pimpinan yang memastikan bahwa nilai-nilai selalu terpelihara dan secara konstan menjadi nyata di dalam mengelola organisasi.
Performance Engineering Group (2002) memberikan model keselarasan di dalam organisasi dimana di dalam model ini dijelaskan bahwa apabila organisasi hanya terfokus pada sisi strategik, dan kurang kongruen antara strategik dan budaya maka organisasi akan stagnan dan akan berkembang birokratik. Sebaliknya bila perusahaan hanya fokus pada sisi budaya, maka organisasi akan menjadi tempat yang nyaman, tetapi secara cepat akan bangkrut karena tidak memiliki kemampuan untuk mencapai hasil jangka panjang. Sehingga model ini memperlihatkan bahwa perhatian organisasi harus sama dan seimbang antara sisi budaya dan sisi strategik.

Masalah di manajemen:

-          Terutama demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yg berdasarkan kepada kedaulatan rakyat, jadi rakyat diberi peran besar utk turut serta dalam pemerintahan dan membikin kebijakan – kebijakan dsb

DAFTAR PUSTAKA:

-          Tentang penjelasan teori budaya organisasi manajemen http://www.pinasthika.co.id/index.php/the-community/101-konsep-dasar-budaya-organisasi

About these ads
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s