kepimpinan dalam perusahaan

  1. Pendahuluan

 

           Organisasi yang hebat hampir selalu memiliki pemimpin yang hebat. Kepemimpinan telah dan mungkin akan selalu menjadi suatu faktor penting dalam kehidupan manusia. Kebutuhan akan kepemimpinan yang efektif dan kesulitan dalam menyediakannya menyebabkan kepemimpinan yang efektif menjadi barang langka yang semakin dicari banyak organisasi. Berdasarkan hasil penelitian Prof. Nohria et al. (2003), seorang CEO memberikan pengaruh 15% dari varian total keuntungan perusahaan atau total pendapatan pemegang saham. 

  1. Isi

Kepemimpinan adalah tindakan-tindakan yang dilakukan untuk menggerakkan sekelompok orang untuk mencapai tujuan bersama dalam minat jangka panjang kelompok-kelompoknya, secara lebihnya  kepemipinan yaitu harus  bertanggung jawab untuk memberikan keputusan yang cepat dan mengikat berdasarkan fakta atau kondisi yang terkait dengan bisnis sehingga energi organisasi dapat disatukan dan manfaat keputusan hasil tersebut meningkat, dari yang sebelumnya. Dan seorang pemimpin itu harus memiliki jiwa kepemimpinan dan memiliki leadersip.

 Menjadi seorang pemimpin itu tidaklah mudah, kita harus memiliki sifat  sebagai berikut:

  1. 1.      Pemimpin yang Dicintai.

Anda bisa mencintai seseorang tanpa harus memimpin mereka, akan tetapi untuk menjadi seorang pemimpin anda tidak bisa memimpin mereka apabila anda tidak mencintai mereka. Hal tersebut dapat melukiskan tentang seorang pemimpin yang harus dapat berhubungan baik dengan orang lain, pemimpin tidak dapat hanya menunjukkan prestasi kerjanya saja akan tetapi harus bisa mencintai dan di cintai oleh orang lain, hal ini adalah mutlak hukumnya dan tidak dapat di ganggu gugat, karena apabila tidak ada yang mencintai anda maka anda tidak akan memiliki pendukung yang akan mendukung anda. Cara agar kita dapat di cintai oleh orang lain sangatlah mudah, kita cukup senyum, mengingat nama dan mau mendengarkan perkataan orang lain, akan tetapi nabi Muhammad memiliki cara lain yaitu bersikap RAHMAN dan RAHIM, maksudnya adalah bersikap penuh kasih sayang tehadap orang-orang di sekitar kita terutama terhadap orang-orang yang akan kita pimpin.

Apabila kita dapat menunjukkan kasih sayang dan kejujuran yang tulus terhadap orang yang akan kita pimpin niscaya kita akan menjadi pemimpin yang di cintai dan di dukung oleh orang banyak.

  1. 2.         Pemimpin yang Dipercaya.

Seorang pemimpin adalah sosok yang memiliki INTEGRITAS yang TINGGI dan penuh KEBERANIAN serta TIDAK MENGENAL PUTUS ASA dalam menggapai apa yang menjadi cita-citanya. Apabila anda dapat memegang teguh hal tersebut maka anda akan KONSISTEN dalam melangkah dan mengambil keputusan, sehingga seseorang akan melihat anda sebagai sosok yang memiliki KOMITMEN dan menimbulkan KEPERCAYAAN mereka untuk mengikuti anda sebagai pemimpin mereka.

INTEGRITAS adalah kunci mutlak untuk menjadi seorang pemimpin yang di percaya oleh pengikutnya karena INTEGRITAS adalah sebuah kejujuran atau kesesuaian antara kata-kata dan perbuatan.

  1. 3.       Pembimbing.

Pemimpin yang berhasil adalah pemimpin yang dapat memberikan MOTIVASI bagi para pengikutnya bukan pemimpin yang hanya dapat memperluas kekuasaanya saja, karena seorang pemimpin akan dikatakan gagal apabila tidak dapar memiliki kader-kader penerus. Setelah menjadi pemimpin yang dicintai, lalu menjadi pemimpin yang di percaya maka langkah selanjutnya harus menjadi pemimpin yang dapat memberikan MOTIVASI bagi para pengikutnya, apabila kita sebagai pemimpin dapat memberikan MOTIVASI maka akan tercipta LOYALITAS yang dapat menghasilkan kader-kader penerus yang memiliki kesetiaan kepada kita. Menurut nabi Muhammad S.A.W ada tiga hal yang perlu diperhatikan dalam membentuk kader-kader penerus :

  1. Anak yang saleh, maksudnya adalah bagaimana kita dapat membina sumber daya manusia yang berkualitas sehingga menjadi kader yang berkualitas pula.
  2. Amal jariyah, maksudnya adalah bagaimana kita memberikan sarana dan prasarana bagi kader-kader kita di masa mendatang nanti.
  3. Ilmu yang berguna, maksudnya adalah kita harus dapat mengajarkan ilmu yang berguna bagi mereka di kemudian hari agar dapat menjadi penerus yang berkualitas.
  4. Tingkatan yang ketiga adalah bagaimana kita dapat menjadi pemimpin yang dapat membimbing dan membina atau memberikan MOTIVASI kepada calon penerus kita, yaitu dengan cara membimbing dan memberikan contoh serta nasehat-nasehat yang berharga bagi mereka, atau dengan kata lain kita harus menjadi pemimpin yang memiliki AKHLAKUL KARIMAH, yaitu pancaran sifat ILAHIAH dan memiliki akhlak yang bermoral.
  5. 4.      Pemimpin yang Berkepribadian.

Menurut HARRY S TRUMAN “Disiplin pribadi adalah suatu hal yang datang terlebih dahulu. Pemimpin tidak akan berhasil memimpin apabila ia tidak dapat memimpin dirinya sendiri. Pemimpin harus dapat menjelajahi dirinya sendiri, mengenal lebih mendalam siapa diri sebenarnya. Sebelum memimpin keluar seorang pemimpin harus mampu untuk memimpin kedalam dirinya terlebih dahulu.”

Pekerjaan inilah sebenarnya yang paling berat, karena memimpin diri sendiri melawan hawa nafsu adalah refleksi dari kedisiplinan diri. Musuh yang paling besar adalah diri sendiri, apabila kita dapat mengendalikan diri sendiri niscaya kita akan menjadi pemimpin yang memiliki kepribadian yang tinggi, karena peperangan melawan diri sendiri adalah peperangan yang sesungguhnya antara ketakutan kita dan keberanian kita sendiri.

Apabila kita dapat memenangkan peperangan terhadap diri sendiri atau terhadap hawa nafsu maka kita akan menjadi seorang pemimpin yang memiliki kepribadian yang akan di ikuti oleh pengikut kita karena kita sudah menjadi seorang yang sangat berani dalam mengalahkan hawa nafsu atau keinginan diri sendiri, sahingga membentuk kita menjadi pemimpin yang tegas dan tidak plin-plan

  1. 5.      Pemimpin Abadi.

Jaman sekarang memang sudah ada pemimpin yang dicintai, dipercaya, dan juga pemimpin yang membimbing dengan baik, namun apabila terbukti sudah tidak sesuai dengan hati nurani maka pengaruh sang pemimpin hanya akan sampai di situ saja. Maka manusia yang di karuniai hati oleh tuhan sebagai radar untuk menentukan hal-hal yang tidak sesuai dengan hati nurani, kita dapat segera ‘mendeteksi’ hal yang tidak berkenan sehingga dapat memutuskan untuk tidak mengikuti hal tersebut. Sifat ajaran dari nabi Muhammad S.A.W adalah intelektual dan spiritual yang pada prinsipnya mengajarkan manusia kepada kebenaran, kebaikan, kemajuan, dan keberhasilan. Metode seperti inilah yang dapat memberikan kebebasan bagi hati nurani untuk senantiasa mengikuti karena tidak adanya unsur pemaksaan dan memberikan kebebasan berpikir tanpa adanya unsur pemaksaan yang menekan atau mendikte perasaan kita. Seperti jawaban nabi Muhammad S.A.W terhadap pertanyaan Ali bin Abi Thalib Ra:

” Makrifat adalah modalku, akal pikiran adalah sumber agamaku,rindu kendaraanku, berdzikir kepada allah kawan dekatku”

” Keteguhan perbendaharaanku, duka adalah kawanku, ilmu adalah senjataku, ketabahan adalah pakaianku”

” Kerelaan sasaranku, faqr adalah kebanggaanku, menahan diri adalah pekerjaanku, keyakinan makananku”

” Kejujuran perantaraku, ketaatan adalah ukuranku,berjihad perangaiku dan hiburanku adalah dalam sembahyang.”

Pemimpin yang abadi adalah pemimpin yang dapat memberikan ketentraman di hati para pengikutnya tanpa adanya perasaan tertekan, terpaksa atau keragu-raguan. Apabila kita sebagai pemimpin dapat memenangkan hati pengikut kita maka niscaya kita akan menjadi pemimpin yang abadi. Pemimipin abadi adalah pemimpin yang dapat memimpin dengan suara hatinya dan diikuti pula oleh suara hati para pengikutnya.

            Jadi dimana kita berada kita harus memiliki seorang pemimpin yang bijaksana dan tidak pernah harus mendengarkan aksi orasinya, tapi kita harus menilai dengan cara dia bekerja pada saat ia di posisis itu. Jiwa pemimpin harus memiliki kesabaran yang cukup.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

  

  1. Kesimpulan Dan Saran  
  2. Apakah di Indonesia ada pemimpin seperti article saya?
  3. Bagaimana di Indonesia ingin menjadi seorang pemimpin yang bisa bikin maju bangsa ini?

Saran dari saya adalah para pemimpin baik di perusahaan maupun di Negaranya sendiri harus memiliki sifat kebersamaan, supaya yang dia pimpin akan patuh kepada atasannya. Jadi bawahannya selalu menuruti kemauannya, tapi di Indonesia sering banyak yang memegang jabatan itu dengan cara yang salah. Seperti untuk kepentingannya sendiri, tidak melihat rakyat yang masih berada dalam kesusahan.

 

  1. Daftar Pustaka

–          http://www.kagama-mm.com/artikel.php?id=24

–          Oleh blogs iyung pahan

–          Referensinya di tambah hasil dari analisa saya sendiri

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Pengenalan Tentang Sistem Informasi Komputer

  1. Pendahuluan

Definisi computer

Komputer berasal dari bahasa latin Computare > to compute  yang mengandung berarti menghitung, yang di satuakan menjadi mesin penghitung. Menurut para ahli pakar computer adalah sebagai berikut

–          Menurut Donald H. sanders computer adalah mesin penghitung elektronik yang cepat, dapat menerima input dan memprosesnya sesuai dengan program yang ada (stored program) dan menghasilkan output.

–          Sementara menurut Ansi atau American National Standard instutet,

 

  1. ISI

Saya akan menjelaskan tentang Hardware dan Software,hardware (Perangkat keras ) adalah peralatan dari system computer yang secara fisik terlihat dan terjemah, di hardware ada 3 bagian yang sangat penting:

!. Alat input , sebagai berikut:

–          Keyboard

–          Mouse, touchscreen,lightpen.

–          Scanner , optical magnetic.

–          Microphone / voice recogination.

2. Alat pemrosesan  ( prosesing device  yaitu terbagi 3:

– CPU ( Central Processing Unit ) yaitu prosesor dan mother board / mainboarad. mother board / mainboarad. Terbagi menjadi  3 yaitu:

A.  Control unit

Adalah berfungsi untuk mengontrol system di dalam computer yang sebelum di gunakan.

B. Aritmatic logic unit (ALU ) + Register

Adalah sebuah program yang dapat menghitung , dan berupa datanya Integer ( angka ).

C. Memory

Adalah tempat alat untuk menyimpan file berupa data aplikasi atau yang lainnya baik didalam RAM ataupun ROM.

3. Alat Output , sebagai berikut:

– Monitor ( visual )

– Printer ( hardcopy)

– speaker (Soft Copy )

– Plotter ( Hard Copy )

Software ( perangkat lunak ) adalah komponen dalam data processing system yang berupa program – program, dan tekhnik – tekhnik lain untuk mengontrol system. Ada beberapa untuk mengelompokkan perangkat lunak yang berupa bahasa pemrograman , di dalam software memiliki  2 sistem, sebagai berikut:

  1. Software system

Adalah interface antara hardware dan software aplikasi, jadi software system ini  saling terkait antara hardware dan software. Dan di dalam software memiliki sebuah aplikasi yang terbagi menjadi 3 yaitu:

  1. System Operasi yaitu interface antara user dengan aplikasi ( DOS,UNIX,LINUX,MAC)
  2. Translator terbagi menjadi 2:

–  Interpreter (LOTUS,BASIC).

–  Compiler (kompilator) adalah:

sebuah program  yang membaca suatu program  yang di tulis dalam,suatu sumber (source language) dan menterjemahkan ke dalam suatu bahasa sasaraan  (target language). Contoh programnya:  COBOL,PASCAL.

Proses kompilator di kelompokkan menjadi :

–          Analisa yaitu program sumber di pecah – pecah dan di bentuk menjadi bentuk antara (intermediate presentation ).

–          Sintesa yaitu membangun program sasaran yang di inginkan dari bentuk antara.

  1. Utiliti adalah kemampuan computer pada suatu perintah tertentu.

Seperti : Copy, Move,Edit,dll.

–          Software aplikasi yaitu untuk membantu user, untuk mengerjakan tugas.

Berdasarkan kemiripan computer dengan bahasa manusia:

–          Yang paling menyerupai Bahasa mesin yang di sebut bahasa generasi pertama ( 1GL )

–          Yang paling menyerupai Bahasa manusia yang di sebut bahasa generasi kelima ( 5GL )

Berdasarkan kecanggihan metode yang digunakan untuk mengorganisasikan intruksi:

–          Bahasa procedural yaitu bahasa generasi pertama  ( 1 GL ) dan bahasa generasi kedua ( 2 GL ).

–          Bahasa berorientasi objek yaitu bahasa generasi keempat (4GL) dan bahasa generasi ke lima(5GL).

 

Pada bahasa generasi ketiga (3GL) terjadi perkembangan bahasa pemrograman:

–          Bahaasa dengan intruksi GOTO

Adalah bahasa yang telahmempunyai kemampuan untuk melakukan operasi berbeda berdasarkan kondisi – kondisi tertentu.

–          Bahasa pemrograman terstruktur

Pada akhir tahun 1960, para programmer sudah tidak menggunakan intruksi GOTO, mereka menggunakan blok perintah seperti IF – THEN – ELSE – atau DO – WHILE,yang dapaat menangani berbagai kondisi yang berbeda pada satu lokasi dalam program.

–          Bahasa pemrograman Modular

Yaitu diciptakan blok kode untuk melakukan prosedur tertentu yang dapat  digunakan berulan –ulang dan di simpan di dalam sebuah file terpisah, yang bisa di copy ketika di perlukan tanpa harus ditulis lagi.

–          Bahasa yang di gunakan untuk menulis program aplikasi

Yaitu pada tahun 1972, bahasa c diciptakan, yang mengijinkan para programmer untuk memanipulasi bit didalam prosesor seperti bahasa pemrograman 2GL, tetapi mempunyai fitur – fitur bahasa tingkat tinggi seperti bahasa pemrograman 3GL.sebagai hasilnya bahasa c lebih cepat daripada bahasa pemrograman 3GL.

JENIS – Jenis software terbagi menjadi 6, yaitu:

  1. Programming Language ( bahasa pemrograman)

Adalah bahasa pemrograman yang digunakan untuk menciptakan satu set intruksi khusus untuk memenuhi tugas tertentu,yang di sebut program aplikasi.

  1. Compiler ( kompilator )

Adalah intruksi pada umumnya ditulis dalam bahasa generasi ketiga dan disebut juga sebagai kode sumber ( source code ). Kode sumber ini tidak di mengerti oleh computer, oleh karena itu harus di terjemahkan oleh sebuah kompilator ke dalam bahasa mesin ( compiler) menjadi sebuah kode objek (object code ) sehingga daapet di jalankan oleh computer. Tekhnologi ini sering di pakai agar komputer mengerti maksud kita aph< jadi compiler ini mengganti bahasa manusia ke dalam bahasa mesin.

  1. Input / output control system ( Sistem Kontrol )

Yaitu sebuah program yang di jalankan tersimpan di dalam memori khusus paadaa motherboard. Program ini di sebut juga basic input/output system (BIOS),ia memeriksa koneksi ke masing – masing komponen utama seperti monitor,keyboard ,mouse, RAM , CPU dan Port. Jika sebuah komponen tidak terpasang dengan baik, akan mucul sebuah pesan pada layer atau terdengar serangkaian bunyi beep.

  1. Operating system (sistem operasi )

Setelah bios selesai megecek computer, ia mengisi sebuah program dari disk storageyang dinamakan system operasi ( OS ) ,yang mengontrol computer setelah berjalaan.

  1. Routines (User Program)

Adalah program – program yang selalu dipakai berulang – ulang seperti program penggajian, program persedian barang, program nilai semester, program mencetak ktp, dll.

  1. Application Package ( Paket Program)

Adalah program yang dibuat untuk tujuan khusus (sepecial-purpose program), misalya tersedia paket program sekretaris,untuk audit,untuk warnet,dll.

 

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Budaya Organisasi Manajemen

  1. PENDAHULUAN

Konsep Dasar Budaya Organisasi
Hodge, Anthony dan Gales mendefinisikan budaya adalah konstruksi yang mencakup karakteristik organisasi yang tampak dan tidak tampak. Budaya yang tampak meliputi aspek organisasi seperti arsitektur, pakaian, pola perilaku, peraturan, legenda, mitos, bahasa dan seremonial. Sedangkan yang tidak tampak mencakup share value, norma-norma, keyakinan dan asumsi-asumsi anggota organisasi.
Mereka menyimpulkan bahwa budaya organisasi merupakan pola karakteristik organisasi yang mengarahkan anggota organisasi untuk mengelola masalah dan keadaan sekitarnya. Budaya organisasi dianggap sebagai alat untuk menentukan arah organisasi, mengarahkan apa yang boleh dilakukan, mengarahkan bagaimana mengalokasikan sumber dayanya, mengelola sumber daya organisasi dan SDM, dan sebagai alat untuk menghadapi masalah dan peluang dari lingkungan (Petrock, 1990).
Miller menyatakan bahwa budaya organisasi merupakan kumpulan nilai yang dianut dalam perusahaan dan mendasari bagaimana mengelola dan mengorganisasi perusahaan tersebut.
Pada umumnya budaya dibangun atau diciptakan oleh pendiri atau lapisan pimpinan atas yang mendirikan atau merintis perusahaan. Falsafah atau strategi yang ditetapkan oleh mereka lalu menjadi petunjuk dan pedoman bawahan mereka dalam melaksanakan tugas. Bila implementasi strategi ini ternyata berhasil dan dapat bertahan bertahun-tahun, maka filosofi atau visi yang diyakini tersebut akan berkembang menjadi budaya organisasi. Jika budaya organisasi tersebut dibakukan maka dalam implementasinya harus berfungsi sebagai alat ukur dari setiap kegiatan organisasi.

Karakteristik Budaya Organisasi
Miller menyatakan bahwa ada delapan karakteristik dari budaya organisasi, yaitu:
1. Asas Tujuan, adalah seberapa besar anggotanya memahami tujuan yang hendak dicapai oleh organisasi.
2. Asas Konsensus, yaitu seberapa besar organisasi memberikan kesempatan kepada anggotanya untuk turut serta dalam proses mengambil keputusan.
3. Asas Keunggulan, adalah kemampuan perusahaan menumbuhkan sikap untuk selalu menjadi yang terbaik dan berprestasi yang lebih baik dari yang sudah pernah dicapai sebelumnya
4. Asas Kesatuan, yaitu suatu sikap terhadap keadilan dan pemihakan terhadap anggota organisasi dan kelokmpok yang ada dalam organisasi tersebut.
5. Asas Prestasi, yaitu sikap organisasi terhadap prestasi yang dicapai oleh anggotanya.
6. Asas Empirik adalah sejauh mana organisasi mau menggunakan bukti-bukti empirik dalam mengambil keputusan
7. Asas Keakraban adalah kondisi pergaulan social antar karyawan dalam organisasi.
8. Asas Integritas yaitu sejauh mana organisasi mau bekerja dengan sungguh-sungguh dalam mencapai tujuan organisasi.

Menurut Robbins (1989) mengemukakan bahwa ada 10 faktor yang merupakan dasar atau karakteristik dari budaya organisasi. Faktor-faktor tersebut adalah:
1. Individual initiative, yaitu tingkat tanggung jawab, kebebasan, kemandirian dan kesempatan yang dimiliki individu untuk menggunakan inisiatifnya dalam perusahaan.
2. Risk tolerance, yaitu seberapa jauh tingkat resiko yang boleh atau mungkin diambil oleh anggota dalam perusahaan.
3. Direction, adalah seberapa jauh perusahaan memberikan penjelasan tentang tujuan yang ingin dicapai dan kinerja yang diharapkan.
4. Integration, adalah sejauh mana unit-unit kerja dalam perusahaan didorong untuk bekerja dalam suatu sistem yang terkoordinasi.
5. Management Support, yaitu sejauh mana manajer-manajer dalam perusahaan memberikan pengarahan, dukungan dan berkomunikasi dengan bawahannya.
6. Control, yaitu sejumlah aturan, kebijaksanaan dan pengawasan langsung yang digunakan untuk mengawasi dan mengontrol perilaku karyawan.
7. Identity, yaitu sejauh mana anggota mengindentifikasikan diri pada perusahaan.
8. Reward system, yaitu bagaimana tingkat penghargaan yang diberikan perusahaan kepada karyawan.
9. Conflict tolerance, yaitu tingkat toleransi terhadap konflik yang muncul dalam perusahaan.
10. Communication pattern, yaitu sejauh mana komunikasi dalam perusahaan dibatasi berdasarkan susunan wewenang secara formal.

Schein menyatakan bahwa budaya organisasi memiliki beberapa tingkatan, yaitu:
1. Tingkat artifacts, yaitu anggota organisasi yang memasuki organisasi telah memiliki proses dan struktur yang visible seperti melihat, mendengar dan merasakan.
2. Tingkat expaused value, yaitu anggota baru mulai belajar dan perlu tuntunan dari pimpinan organisasi mengenai strategi, tujuan, dan filosofi yang dianut oleh organisasi barunya. Budaya organisasi dapat ditelusuri kembali dari symbol-simbol, sejarah, jargon, seremoni, dan nilai-nilai yang ditanamkan oleh pendirinya.
3. Tingkat basic underlying assumption, yaitu tahapan dimana anggota organisasi merasa yakin bahwa mereka diterima untuk melakukan sesuatu dengan benar secara tepat, Asumsi tersebut berpengaruh terhadap perasaan, pemikiran, persepsi, kepercayaan, dan pikiran bawah sadar para anggota organisasi.

  1. ISI

Manajemen
Pencapaian tujuan organisasi dengan cara yang efektif melalui planning, organizing, leading (actuating), dan controlling sumber daya organisasi.

Fungsi Manajemen

Menurut Smircich (1983), budaya organisasi sebagai nilai dan keyakinan yang dimiliki bersama memberikan beberapa fungsi penting. Pertama, membawa suatu perasaan identitas sebagai anggota organisasi. Kedua, sebagai sarana untuk membangun komitmen akan sesuatu yang lebih besar dari diri sendiri. Ketiga, meningkatkan stabilitas sistem social. Keempat, budaya organisasi merupakan sense making device yang dapat memberikan pedoman dan mempertajam perilaku. Robin (2001) menyatakan bahwa fungsi budaya organisasi adalah sebagai pembeda organisasi dengan organisasi lainnya, sebagai tujuan bersama, alat stabilitas social perusahaan, meningkatkan identitas anggota perusahaan dan memberikan pengertian dan mekanisme kontrol terhadap sikap dan perilaku. Susanto (1997) menjelaskan bahwa budaya bermanfaat bagi sumber daya manusia untuk memberikan arah atau pedoman berperilaku di dalam perusahaan, menyamakan langkah dan tindakan dan visi di dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya serta mendorong untuk mencapai kinerja yang lebih baik.

Manfaat bagi perusahaan adalah salah satu alat untuk menekan tingkat turn over karyawan, pedoman kebijakan, ciri khas perusahaan, acuan penyusunan rencana kerja, penyusunan program pengembangan usaha dan pengembangan sumber daya manusia. Dalam konteks ini, peran budaya organisasi adalah memberikan core organization value bagi suatu perusahaan. Martin (1992) menyatakan bahwa core organization value tercermin dari nilai-nilai fundamental seperti :
(1) sensitifitas terhadap kebutuhan para customer dan tenaga kerjanya,
(2) kebebasan karyawan untuk memberikan ide-ide baru,
(3) kemauan untuk menerima resiko-resiko, dan
(4) keterbukaan untuk dapat melakukan komunikasi secara bebas dan bertanggung jawab.

Budaya organisasi juga berperan penting untuk :
(1) memberikan suatu sense of identity bagi para anggota organisasi dalam memahami misi dan visi serta menjadi bagian integral dari organisasi,
(2) menghasilkan dan meningkatkan komitmen terhadap misi organisasi,
(3) memberikan arah dan memperkuat standar perilaku guna pengendalian pelaku organisasi agar melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya secara efektif dan efisien untuk mencapai tujuan dan sasaran organisasi yang telah disepakati bersama (Noe dan Mondy, 1996).

Kotter dan Heskett (1992) pernah melakukan studi terhadap 200 perusahaan di Amerika Serikat dan hasil studi tersebut menyimpulkan setidaknya ada 4 peran penting budaya organisasi yaitu:
(1) dapat memiliki dampak yang signifikan pada kinerja ekonomi perusahaan,
(2) menjadi faktor yang lebih penting dalam menentukan sukses atau gagalnya perusahaan dalam decade selanjutnya,
(3) budaya organisasi dapat mendorong peningkatan kinerja ekonomi dalam jangka panjang, dapat berkembang secara mudah jika dalam perusahaan penuh dengan orang-orang yang layak dan cerdas,
(4) budaya organisasi dapat dibuat untuk peningkatan budaya organisasi.
Bagi manajemen sebagai berikut:
1. Perencanaan
• Menentukan tujuan-tujuan, menentukan tugas, menentukan sumber daya
2. Pengorganisasian
• Menentukan dan mengelompokkan tugas-tugas, alokasi sumber daya, penentuan otoritas
3. Kepemimpinan
• Pengaruh → Motivasi
4. Pengendalian
• Mengawasi aktivitas, koreksi, mengawasi target dan tujuan

Proses Manajemen
• Input (sumber daya)
– Man, materials, money, machine, method, information
• Proses
– Perencanaan : menilik tujuan dan cara pencapaian
– Pengorganisasian : pemenuhan tanggung jawab untuk pencapain tujuan
– Kepemimpinan : menggunakan pengaruh untuk memotivasi bawahan
– Pengendalian : mengawasi kegiatan dan melaksanakan koreksi
• Output (kinerja)
– Mencapai tujuan, produk, jasa, efisiensi, efektivitas

Kinerja
Kemampuan organisasi untuk mempertahankan tujuannya dengan menggunakan sumber daya secara efektif dan efisien.
Organisasi
Kesatuan sosial yang dirahkan dengan tujuan dan dibentuk dengan penuh pertimbangan. Entitas sosial merupakan dua orang atau lebih, diarahkan dengan tujuan (dirancacng untuk mencapai output tertentu).

Efektivitas → melakukan pekerjaan dengan benar
Sejauhmana organisasi mencapai tujuan yang telah ditentukan

Efisiensi → melakukan pekerjaan dengan benar atau sesuai standar
Jumlah sumber daya yang digunakan untuk mencapai tujuan

Jenis-jenis Manajer, berdasarkan :
1. Perbedaan vertikal atau hirarki
a. Top Manager
Seorang manajer yang berada pada puncak hirarki dan bertanggung jawab atas keseluruhan organisasi. Contoh : Dirut, Presiden Direktur, CEO.
b. Middle Manager
Manajer yang bekerja pada tingkat menengah organisasi dan bertanggung jawab atas unit usaha dan departemen utama,. Contoh : Direktur Produksi, Pemasaaran, Kepala Divisi.
Project Manager
Manajer yang bertanggung jawab untuk pekerjaan sementara yang melibatkan partisipasi orang yang datang dari berbagai fungsi yang dan tingkatan organisasi
c. First Line Manager atau Lower Manager
Seorang manajer yang secara langsung bertanggung jawab atas produksi barang dan jasa. Contoh : Supervisor
2. Perbedaan Horizontal (luas ruang lingkup tugas)
a. General Manager
Manajer yang bertanggung jawab terhadap beberapa departemen yang menjalankan fungsi yang berbeda atau manajer yang bertanggung jawab untuk divisi yang berdiri sendiri (mandiri).
b. Functional Manager
Manajer yang bertanggung jawab atas departemen yang menjalankan tugas fungsional tunggal serta memiliki karyawan dengan pelatihan dan keahlian yang serupa. Contoh : Direktur Produksi, Pemasaaran, Kepala Divisi.

Keahlian atau Keterampilan Manajer
1. Conceptual Skill
Kemampuan kognitif (pengalaman, integensia) untuk melihat organisasi secara keseluruhan dan keetrkaitan diantara bagian-bagiannya. Berarti kemapuan untuk berfikir strategis (mengambil pandangan yang luas dan bersifat jangka panjang).
2. Human Skill
Kemampuan manajer untuk bekerja dengan dan melalui orang lain
3. Technical Skill
Pemahaman dan kefasihan dalam melakukan tugas tertentu, mencakup penguasaan metode, teknik dan peralatan yang digunakan.

Peran Manajer

Peran : sekumpulan harapan atas perilaku manajer

Tiga Kategori Peran Manajer
1. Peran Informasi Manajer
Menjelaskan kegiatan untuk mempertahankan dan mengembangkan jaringan informasi

Kategori Peran Aktivitas

Informasi
a. Pengawasan
– Mencari dan menerima informasi
– Melihat singkat laporan
b. Penyebar luas
– Meneruskan informasi kepada anggota organisasi
c. Juru bicara
– Menyampaikan informasi kepada pihak luar

2. Peran Antar Pribadi

Kategori Peran Aktivitas

Antar Pribadi
a. Sebagai figur
– Kegiatan ceremonial
b. Pemimpin
– Mengarahkan dan memberikan motovasi kepada bawahan. Seperti : melatih,, membimbing dan berkomunikasi
c. Sebagai penghubung
– Menjaga saluran komunikasi, baik di dalam atau di luar organisasi

3. Peran Pengambilan Keputusan : menentukan pilihan dan mengambil tindakan

Kategori Peran Aktivitas

Pengambilan Keputusan
a. Wirausahawan
– Mewakili proyek perbaikan
– Mengidentifikasi ide
b. Penyelesai masalah
– Mengambil tindakan korektif selama terjadi krisis
– Menyelesaikan konflik antar bawahan
– Beradaptasi dengan lingkungan
c. Pembagi sumber daya
– Memutuskan siapa yang memperoleh sumber daya
– Menentukan jadwal dan anggaran
– Menetapkan prioritas
d. Negosiator
– Mewakili departemen selama negosiasi, koontrak kerja, penjualan, pembelian dan anggaran.

Manajer dan Lingkungan Kerja Baru

Karakteristik lingkungan kerja baru :
Terpusat pada informasi dan ide daripada mesin dan aktivitas fisik.

Transisi Menuju Lingkungan Kerja Baru
1. Karakteristik Tempat Kerja Baru Tempat Kerja Lama
a. Sumber daya Aktivitas fisik Informasi
b. Pekerjaan Terstruktur Fleksibel
Terlokalisasi Maya
c. Pekerja Saling ketergantungan Diberdayakan

2. Kekuatan Tempat Kerja Baru Tempat Kerja Lama
a. Teknologi Mekanis Digital, e-business
b. Pasar Domestik Global
c. Tenaga kerja Homogen Heterogen
d. Nilai yang dianut Stabilitas, efisiensi Perubahan, kecepatan
e. Peristiwa Tenang, dapat diprediksi Berubah-ubah

3. Kompetensi MGT Tempat Kerja Baru Tempat Kerja Lama
a. Kepemimpinan Otoriter Tersebar
b. Fokus Laba Pelanggan, karyawan
c. Melakukan pekerjaan Individual Kerjasama (tim)
d. Hubungan Konflik, kompleks Kolaborasi
e. Design kerja Kinerja efisien Eksperimen

Lingkungan dan Budaya Organisasi

Lingkungan organisasi : Seluruh elemen atau unsur di luar batas organisasi yang memiliki potensi untuk mempengaruhi organisasi.

Lingkungan Organisasi :
1. Lingkungan eksternal, mempunyai dua lapisan
a. Lingkungan tugas :
– Pelanggan : Orang atau organisasi di dalam lingkungan yang membeli barang atau jasa dari organisasi.
– Pesaing : Orang lain dalam industri atau jenis usaha yang sama yang menyediakan barang atau jasa yang sama.
– Pemasok : Orang atau organisasi yang menyediakan bahan baku kepada pihak lain yang menggunakannya untuk menghasilkan suatu produk.
– Pasar Tenaga Kerja : Orang-orang dalam lingkungan dapat diterima bekerja untuk organisasi.
b. Lingkungan Umum :
– Internasional : Bagian dari lingkungan eksternal, merupakan peristiwa yang bersal dari negara lain dan peluang bagi perusahaan domestik.
– Teknologi : Kemajuan ilmiah dan teknologi dalam industri tertentu, serta masyarakat secara luas.
– Sosial Budaya : Karakteristik demografi, norma, kebiasaan dan nilai-nilai masyarakat dimana organisasi beroperasi didalamnya.
– Ekonomi : ”kesehatan” ekonomi secara umum dari suatu negara atau wilayah tempat sebuah organisasi beroperasi.
– Politik dan Hukum
2. Lingkungan internal
– Karyawan
– Manajemen
– Budaya

Hubungan Organisasi dan Lingkungan

Ketidakpastian → Respons → Rancangan
↓ ↓
Aliansi Adaptasi Strategi
1. Peranan lintas batas
2. Kemitraan antar organisasi
3. Joint venture

Lingkungan eksternal merupakan tempat bekerjanya manajer, yang mencakup :
1. Budaya perusahaan
2. Teknologi produksi
3. Struktur organisasi
4. Fasilitas fisik

Budaya : nilai kunci, keyakinan, pemahaman dan norma

Nilai – nilai dasar yang menjadi karakteristik budaya organisasi dimanifestasikan oleh :
Simbol, cerita, pahlawan, slogan, upacara.

  1. PENUTUP:

Peranan Budaya Organisasi terhadap Strategi Organisasi
Penelitian yang dilakukan oleh Kotter dan Hesket (1992) menjelaskan bahwa budaya organisasi yang kuat dapat berkorelasi positif terhadap peningkatan kinerja atau keunggulan organisasi dalam kurun waktu yang panjang. Dalam teorinya strong culture disebutkan bahwa budaya organisasi yang kuat akan meningkatkan kinerja organisasi dalam tiga hal, yaitu :
• Budaya organisasi yang kuat akan menyebabkan terjadinya penyesuaian antar kelompok atau karyawan dalam perusahaan.
• Budaya organisasi yang kuat akan berpengaruh terhadap kinerja bisnis.
• Budaya organisasi yang kuat akan menciptakan kontrol dan struktur bagi perusahaan bagi organisasi berdasarkan nilai-nilai yang diyakini bersama dan norma-norma yang hidup di organisasi sehingga organisasi tidak perlu lagi menyandarkan diri pada birokrasi formal yang kaku.
Pada model tradisional strategi ditetapkan terlebih dahulu yang kemudian diikuti oleh penyesuaian praktik manajemen dalam operasional menjalankan aktifitas organisasi, dan hal yang sering terjadi adalah strategi tidak mampu dilaksanakan dengan baik (sesuai dengan harapan) karena tidak terjadi keselarasan dalam operasional manajemen. O’Reilly dan Pfeffer menjelaskan bahwa kemampuan strategi organisasi sangat tergantung kepada organisasi untuk menciptakan daya tarik dan memberikan keyakinan kepada anggota-anggotanya dan mampu menggunakan pengetahuan, kebijakan dan nuraninya sehingga dapat membuka nilai-nilai yang tersembunyi dari anggota-anggotanya. Ada tiga hal yang menjadi kunci penentu keberhasilan organisasi-organisasi besar dalam menerapkan budaya organisasi, yaitu :
• Organisasi memiliki nilai yang jelas tersebar luas di dalam organisasi dan dilaksanakan sebagai landasan dalam praktik-praktik manajemen untuk membangun kemampuan bersaing.
• Adanya keselarasan dan konsistensi dalam praktik dengan nilai-nilai inti.
• Adanya pimpinan yang memastikan bahwa nilai-nilai selalu terpelihara dan secara konstan menjadi nyata di dalam mengelola organisasi.
Performance Engineering Group (2002) memberikan model keselarasan di dalam organisasi dimana di dalam model ini dijelaskan bahwa apabila organisasi hanya terfokus pada sisi strategik, dan kurang kongruen antara strategik dan budaya maka organisasi akan stagnan dan akan berkembang birokratik. Sebaliknya bila perusahaan hanya fokus pada sisi budaya, maka organisasi akan menjadi tempat yang nyaman, tetapi secara cepat akan bangkrut karena tidak memiliki kemampuan untuk mencapai hasil jangka panjang. Sehingga model ini memperlihatkan bahwa perhatian organisasi harus sama dan seimbang antara sisi budaya dan sisi strategik.

Masalah di manajemen:

–          Terutama demokrasi adalah suatu sistem pemerintahan yg berdasarkan kepada kedaulatan rakyat, jadi rakyat diberi peran besar utk turut serta dalam pemerintahan dan membikin kebijakan – kebijakan dsb

DAFTAR PUSTAKA:

–          Tentang penjelasan teori budaya organisasi manajemen http://www.pinasthika.co.id/index.php/the-community/101-konsep-dasar-budaya-organisasi

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Manjemen umum

1. Apa yang dimaksud dengan motivasi ?Jawab:
Motivasi adalah karakteristik dalam diri yang membantu Anda mencapai tujuan Anda. Ini adalah suatu energi yang mendorong Anda untuk bekerja keras dan mencapai apa pun yang Anda inginkan atau harapkan. Ini adalah energi yang memberikan kekuatan untuk bangun dan terus berjalan – bahkan ketika segala sesuatu sangat berat untuk dijalankan.
2. Gambarkan framework (kerangka kerja ) dari motivasi ?Sasaran Akan dicapai Komitmen Anggota Organisasi } Motivasi3.Organisasi Gambarkan teori hirarki kebutuhan dari Maslow ?Jawab:Nomor 1 Kebutuhan FisiologisContohnya adalah : Sandang / pakaian, pangan / makanan, papan / rumah, dan kebutuhan biologis seperti buang air besar, buang air kecil, bernafas, dan lain sebagainya.Nomor 2 Kebutuhan Keamanan dan KeselamatanContoh seperti : Bebas dari penjajahan, bebas dari ancaman, bebas dari rasa sakit, bebas dari teror, dan lain sebagainya.Nomor 3 Kebutuhan SosialMisalnya adalah : memiliki teman, memiliki keluarga, kebutuhan cinta dari lawan jenis, dan lain-lain.Nomor 4 Kebutuhan PenghargaanContoh : pujian, piagam, tanda jasa, hadiah, dan banyak lagi lainnya.Nomor 5 Kebutuhan Aktualisasi DiriAdalah kebutuhan dan keinginan untuk bertindak sesuka hati sesuai dengan bakat dan minatnya.
4. Jelaskan teori dua faktor dalam motivasi dari Herzberg ?Jawab:Bahwa ketidakpuasan dan kepuasan muncul dari dua faktor yang berbeda,yaitu:a. mempengaruhi konteksFaktor penyebab ketidakpuasan (faktor hygiene). tempat pekerjaan dilakukanContoh : Gaji,kondisi kerja dan kebijaksanaan perusahaanb. Faktor penyebab kepuasan (Faktor yang berkaitan dengan isi pekerjaan dan imbalan prestasimemotivasi). kerja.Contoh : Prestasi,pengakuan,tanggungjawab dan kemajuan.
5. Jelaskan teori ekpektasi sebagai model dari motivasi ?Jawab: Bahwa orang memilih bagaimana bertindak dari berbagai alternatif tingkahlaku, berdasarkan harapannya apakah ada keuntungan yang diperoleh dari tiap tingkah laku.

Posted in Uncategorized | Leave a comment

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Posted in Uncategorized | 1 Comment